Agama dan Kekerasan

Posted by Damar Iradat Sunday, 13 February 2011 2 komentar

Setelah seminggu kemarin banyak berita tentang kekerasan yang mengatasnamakan agama, dari penyerangan pengikut Ahmadiyah di Cikeusi, Pandeglang, Banten hinnga kekerasan yang terjadi di Temanggung, membuat saya bertanya-tanya. Mengapa harus ada kekerasan yang mengatasnamakan agama?

Memang kekerasan yang mengatasnamakan agama sudah sering terjadi di Indonesia, seperti yang waktu itu terjadi di Sampit, bagaimana dua agama bentrok yang berujung kepada banyaknya korban jiwa.

Pada kasus Ahmadiyah memang banyak yang tidak tahu lebih dalam tentang Ahmadiyah. Kalau boleh berpendapat, mereka yang mengikuti ajaran Ahmadiyah tidak perlu dikucilkan atau disalahkan. Bagi mereka yang menganut agama Islam mungkin mereka merasa terhina dimana mereka menyebut Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi setelah nabi Muhammad, padahal seperti yang kita tahu, nabi Muhammad adalah nabi terakhir umat muslim. Namun, setelah saya melihat tayangan di Metro Tv, Minggu, 13/2 pukul 18.45 (saya lupa nama acaranya apa) disebutkan bahwa dalam Ahmadiyah juga terdapat dua aliran, yang pertama aliran yang mempercayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi setelah nabi Muhammad, dan satunya lagi hanya mempercayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah seorang guru agama dan pendiri aliran Ahmadiyah.

Mungkin dari pandangan orang islam yang tahu betul tentang islam aliran tersebut adalah salah. Namun, yang harus diperhatikan adalah dimana kita hidup ini yang mengakui negara demokrasi, negara yang bebas berpendapat. Mungkin dalam tafsiran saya, demokrasi ini juga termasuk bagaimana seseorang memilih agama yang akan dianutnya. Saya pernah berbincang dengan teman saya mengenai demokrasi ini. Teman saya bilang, agama yang selama kita anut ini adalah agama ibu atau agama orang tua, ketika kita lahir ke bumi dan kita diajari agama yang ibu kita anut.

Mungkin sewaktu kita kecil kita sudah diberikan tentang agama yang dipilih oleh orang tua kita, lalu kenapa kita tidak memilih agama itu sendiri? Padahal kita juga diberi kebebasan untuk beragama, bukannya kalau begitu kita tidak diberikan kebebasan kita untuk memilih agama apa yang kita anggap benar?

Bagaimana bisa kita yang hidup di dalam negara yang ber-Pancasila dan demokrasi ini tidak mentolerir agama yang ada? Saya selalu berfikir apa sistem negara ini yang salah atau orang-orang yang menafsirkannya salah. Kalau saya yang menafsirkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa itu walaupun agama di Indonesia ini beragam, tetapi sebenarnya Tuhan hanya satu. Mungkin ajaran dan cara berdoanya yang berbeda, tetapi tujuannya hanya satu kan?

[...]

Membangun Asa dari Bawah

Posted by Damar Iradat Tuesday, 11 January 2011 1 komentar

Euforia piala AFF belum berakhir. Meski Indonesia kalah di final melawan Malaysia dengan agreggat 4-2, tetapi permainan cantik dan menawan yang ditampilkan oleh Firman Utina cs masih terbesit di benak masyrakat Indonesia.

Tak terkecuali di Bekasi, kota yang terletak di pinggir Jakarta ini memiliki salah satu Sekolah Sepak Bola yang dibilang sudah terbukti melahirkan bintang. SSB Tunas Patriot. Ya, SSB ini mungkin sudah terkenal di kalangan masyarakat Bekasi. SSB Tunas Patriot sendiri sudah berdiri sejak 10 Agustus 1998, didirikan oleh mantan pemain Timnas Indonesia Maman Suryaman.

Tunas Patriot atau TP ini sudah menghasilkan salah satu calon bintang Indonesia, Munadi. Munadi yang sekarang bermain untuk Persib Bandung U-21 adalah salah satu lulusan TP. Pada seleksi Tim Nasional U-23 kemarin Munadi juga termasuk salah satu pemain yang ikut seleksi.

Tempat latihan SSB Tunas Patriot ini bisa dibilang masih kurang sarana dan fasilitas. Lapangan yang dipakai untuk berlatih bibit-bibit pemain sepak bola ini masih terlihat becek dan kurang memadai. "Fasilitas emang masih kurang, dana bantuan dari pemkot juga nggak ada," jelas Jaylani salah satu pelatih SSB Tunas Patriot. Padahal jika dilihat dari sepak bola di Eropa, para pemain muda mereka dibina dengan sarana dan fasilitas yang memadai.

Mungkin dengan maraknya SSB di Indonesia prestasi yang sudah lama kita impikan bisa terwujud. Apalagi dengan dorongan orang tua yang begitu mendukung anak-anaknya bermain sepak bola. Semoga saja anak-anak berbakat di Indonesia bisa memuaskan dahaga yang selama ini kita impikan.
[...]

Berjualan Es Buah Karena Kebutuhan

Posted by Damar Iradat Thursday, 9 December 2010 0 komentar

Ketika zaman semakin menuntut kita untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bisa dibilang sangat susah untuk mendapatkan uang untuk hidup. Apalagi di Indonesia tingkat pengangguran di Indonesia masih mencapai angka 10%.

Asep (28), salah seorang yang bisa dibilang pengangguran karena pekerjaannya yang hanya berjualan es buah dan pisang ijo di Jatinangor. Ia biasa berjualan di depan Alfamart Sayang. Ia mengaku sudah berjualan es buah dan pisang ijo ini dari 4 tahun yang lalu ketika ia mencoba peruntungan di Jatinangor. Asep memang bukan penduduk asli Jatinangor, ia berasal dari Garut.

Asep ini anak keenam dari tujuh bersaudara. Keluarganya banyak yang menjadi guru honorer, seperti bapaknya, dua kakanya dan satu adiknya, sisanya ada yang menjadi Pegawai Negeri Sipil, ibu rumah tangga dan satu lagi tidak bekerja.

Asep yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas ini mengaku sebenarnya ingin sekali melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun biaya yang mahal membuat Asep putus sekolah. Setelah lulus sekolah ia sempat mencoba peruntungan di daerah Rangkasbitung untuk mencari pekerjaan yang layak, namun hanya bertahan 7 bulan lalu kembali lagi ke Garut.

Setelah sampai di Jatinangor ia mulai berdagang es buah dan pisang ijo, usaha ini sebenarnya sudah dilakukan oleh dua orang temannya sebelumnya. Ia hanya melanjutkan usaha temannya itu. Berjualan es buah dan pisang ijo memang tidak menghasilkan pendapatan yang tetap, “untungnya ga tentu, kadang laku kadang juga ga. Belum lagi harus bayar uang sewa disini sama setor ke yang punya gerobak,” tambah Asep. Apalagi keadaan sekarang yang katanya pembeli berkurang, padahal mahasiswa semakin banyak. Banyak pedagang yang menjual es buah sama dengannya lah yang membuat dagangannya kurang laku akhir-akhir ini, padahal waktu awal-awal berdagang pembeli lebih banyak, walaupun mahasiswa masih sedikit.

Menjadi pedagan es buah memang bukan pilihan hidupnya, tetapi ia harus tetap bertahan hidup dengan cara berjualan itu. Padahal ia sempat menjadi guru honorer di daerah asalnya, namun penghasilannya ketika itu tidak mencukupi kebutuhannya. Gaji Rp 125.000 per bulan, tetapi ongkos yang harus dikeluarkan Asep ketika hendak mengajar saja sampai Rp 20.000 per hari. “Waktu itu saya ngajar di sisi gunung, di daerah Dano. Jadi gajinya cuma abis diongkos aja. Kalau ga ada duit ya jalan,” tambahnya.

[...]

Mngenai Kode Etik Wartawan dan Penyiaran

Posted by Damar Iradat Thursday, 25 November 2010 0 komentar

Akhir-akhir ini banyak berita-berita tentang wartawan yang melanggar Kode Etik Jurnalistik. Seperti yang dikatakan oleh Bagir Manan pada koran Pikiran Rakyat (2/11) kode etik jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai instrument penjaga kepercayaan publik, tetapi juga sebagai penegak disiplin bagi pekerja pers “Kode etik jurnalistik membuat para pekerja pers melakukan penyaringan secara pribadi (self censorship) sebelum memberitakannya kepada khalayak,” katanya.

Mengkhususkan kasus-kasus yang terjadi pada wartawan-wartawan televisi dan tayangan-tayangan yang beberapa bulan kebelakang tidak menaati kode etik jurnalistik, saya mencoba mencari tahu bagaimana pandangan seorang dosen muda dan reporter seperti Abie Besman menanggapinya. Abie Besman yang sekarang menjadi kordinator liputan ANTV dan dosen etika pers di jurusan Jurnalistik Fakultas ilmu komunikasi Universitas Padjadjaran.

Menurutnya, kelemahan utama seorang wartawan adalah uang, “Semua wartawan itu kelemahannya uang dan saking butuhnya uang itu dia bisa jadi mengorbankan kode etiknya dan harga dirinya.” Tambah Abie.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut petikan wawancara saya dengan dengan Abie Besman di depan gedung 1 Fikom Unpad, pada hari Jumat (12/11).

Dalam Kode Etik Jurnalistik disebutkan bahwa wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul. Konteks cabul dan sadis dalam pemberitaan menurut Anda sendiri bagaimana?

Cabul dan sadis berawal dari norma kesusilaan, jadi, ya kalau diterapkan di Indonesia sistem undang-undang pers adalah yang tidak melanggar kode etik dan norma itu sendiri. Yang umumnya kecabulan itu tidak harus ke agama, tapi ke adat, karena cabul menurut kita dan orang barat pasti beda. Mungkin begini, negara kita itu berubah, seperti dulu film Dono, Kasino, Indro memegang bokong wanita, mungkin pada waktu itu lucu, tetapi sekarang kalau melakukan seperti itu lagi pasti akan dianggap cabul.

Bagaimana dengan program-program berita kriminal yang menyajikan kekerasan pada jam-jam siang, ketika anak-anak pulang sekolah dan kemudian menontonnya?

Secara pribadi saya tidak suka, tidak ada efek positifnya, tetapi kalau melihat industri beberapa tahun terakhir ini berita kriminal pasti ada di tiap-tiap televisi dan jam-jam tayangnya jam-jam primetime, sekarang ini malah berkurang bukan makin banyak, dan jam-jam tayangnya pun digeser tidak lagi pada jam-jam primetime, dengan bergesernya jam-jam tayang mereka bisa dipastikan acara-acara seperti ini mulai tidak laku.

Anda tidak setuju dengan cara pengemasan berita-berita kriminal, berarti berita-berita tentang penangkapan teroris yang ditayangkan secara live di televisi juga tidak setuju?

Memang harus live? Live itu tuntutan industri. Masyarakat nggak butuh gambar-gambar orang berdarah, orang ketembak, masyarakat butuh informasi. Jangankan yang live, film-film yang berbau kekerasan kita tentang.

Kasus video porno yang dilakukan oleh Ariel pada waktu itu tidak hanya masuk ke dalam infotainment, tetapi juga menjadi pemberitaan nasional, malah saya pernah melihat kasus Ariel ini sampai masuk ke dalam siaran berita Al-Jazeera, apa itu tidak melanggar pasal 4 Kode Etik Jurnalistik yang menyiarkan berita tentang kecabulan?

Sebenarnya ini lebih mengandung kepada unsur who, bukan unsur what atau unsur how. Semuanya adalah selebritis, tokoh masyarakat. Kalaupun gini, memang beritanya mengandung unsur kecabulan, tapi kan kok bisa-bisanya seorang tokoh masyarakat melakukan hal seperti itu, cuman memang banyak yang mengarah ke pembunuhan karakter bukan lagi percontohan. Sekarang gini, fungsi media kan memberitakan dan mengkritisi.

Kasus intervensi yang katanya dilakukan oleh Patrialis Akbar Menteri Hukum dan Ham kepada tayangan SIGI episode “Bisnis Seks di Balik Jeruji”, bagaimana menurut pandangan Anda?

Tidak ada yang berhak untuk membatasi sebuah informasi, tetapi kalau itu dibatasi oleh perusahaannya apa boleh buat? Saya tidak menyangkal itu sebab itu bisa dilakukan, karena dia yang punya kebijakan.

Walaupun akhirnya berhasil ditayangkan, terdengar kabar narasumber mendapat kekerasan di dalam penjara, apakah ada kesalahan dari pihak wartawannya?

Itu ada sedikit ketimpangan di kita, seharusnya kan narasumber sudah masuk LPSK, tetapi ya negara kita masih berkembang lah untuk perlindungan narasumber dan saksi belum maksimal.

Jadi wartawan membawa nama perusahaan bukan nama pribadi?

Dalam hal ini iya.

Tetapi kan dalam pasal 1 Kode Etik Jurnalistik dijelaskan bahwa wartawan harus bekerja secara independen?

Independen itu apa sih? Bekerja sendiri kan? Mau digaji nggak? (tertawa) itu emang nggak pernah ketemu itu. Kalau memang ingin profesional lebih baik freelance, kalau bergabung dengan media yang lebih besar itu memang sebuah fakta yang tidak bisa dihindari.

Bagaimana pendapat Anda dengan para pencari berita infotainment? mereka mencari, dan mengolah berita, tetapi tidak menghargai hak-hak narasumber, tetapi dalam kasus lain mereka mendapat amanah dari masyarakat yang selalu ingin tahu tentang kehidupan pribadi orang-orang terkenal?

Selain amanah jangan lupakan kepentingan publik, kalau cuman amanah doang gampang , tetapi ini kepentingan publik, misalnya ada seorang artis menikah lalu dibahas masalah-masalahnya, itu bukan kepentingan publik lagi itu sudah character assassinaton.

Jadi menurut Anda infotainment termasuk kegiatan jurnalistik?

Ada kegiatan jurnalistiknya, tetapi dengan digabung dengan yang lain-lain itu tidak lagi murni kegiatan jurnalistik.

Pada berita di TvOne yang menyebarkan berita yang tidak benar, dan juga tayangan Silet sehingga membuat kepanikan warga Yogyakarta, apa pandanganAnda?

Kalau TvOne kurang pengalaman aja ya, dia menyebut abu vulkanik dengan wedhus gembel itu karena dia tidak tahu kali ya. Kalau Silet, saya jamin orang-orangnya (maaf) goblok semua, nggak penting ya menyebut Yogya kota malapetaka.

Berarti kalau dari TvOne yang kurang profesional dari wartawannya sendiri atau dari TvOne-nya?

Dua-duanya, cuman kalau kemarin lebih ke wartawannya karena salah ngomong dan lagi live, lagi-lagi kecelakaan live. Jadi menurut saya kalau ingin live seorang wartawan harus matang. Lihat televisi-televisi asing, reporternya nggak cantik-cantik, nggak ganteng-ganteng, tapi udah matang-matang yang ngomongnya padet.

Sebagai kordinator liputan ANTV, adakah bawahan Anda yang melanggar kode etik?

Kalau di produk sih udah nggak lihat lagi ya dalam kontrol saya, kalau di lapangan saya kurang tahu.

Anda sendiri kalau melihat ada bawahan Anda yang melanggar kode etik apa yang akan anda lakukan?

Saya kasih teguran, dan teguran itu macam-macam, bisa teguran individu atau teguran dari kantor yang tertulis, cuma itu pasti saya lakukan kalau ada anak buah saya yang melanggar. Itu nggak bisa dibiarkan, karena jika kita ingin menjadi profesional ya dengan mematuhi kode etik.

Ada solusi untuk wartawan yang melanggar kode etik?

Saya nggak bisa ngomong itu ya, karena kebanyak orang-orang yang bekerja sebagai wartawan itu dimana-mana gajinya kecil, semua wartawan itu kelemahannya uang dan saking butuhnya uang itu dia bisa jadi mengorbankan kode etiknya, harga dirinya. Jurnalisme di negara kita itu sedang berkembang, jadi bagaimana anak kecil yang sedang dewasa, asal jangan melenceng.

Anda sendiri sudah menaati Kode Etik Jurnalistik?

Saya sendiri sejauh ini masih mencoba, nggak ada yang bisa, karena itulah hidup kadang-kadang ada aja godaan untuk nakal.
[...]

Jangan Mengukur Bahagia dari Materi

Posted by Damar Iradat Wednesday, 26 May 2010 0 komentar

Tak selalu si Kaya bahagia
Tak selalu si Miskin menderita
Karena kebahagiaan tidak diukur dari MATERI
Hidup akan selalu berputar, ada kalanya si Kaya akan menjadi si Miskin dan si Miskin pun bisa menjadi si Kaya tinggal bagaimana kita mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan.
[...]

UAN

Posted by Damar Iradat Saturday, 8 May 2010 0 komentar


Setelah kemarin gue liatin twit ade gue yang masih SMP, gue rada geli sendiri anak SMP jaman sekarang yang udah bisa make BB, udah ngerti twitteran ga kayak jaman gue SMP yang namanya dunia internet dan social networking aja gue ga tau. Hehe.

Di twit ade gue itu isinya ga lain tentang kelulusan UN yang baru kemarin pengumumannya, Alhamdulillah dia lulus, tapi setelah gue liat berita dimana-mana yang gue liat tingkat kelulusan UAN SMP menurun tahun ini kayak SMA.

Siapa yang salah? Sistem pendidikan di Indonesia apa para guru-guru yang mengajar? Kalo nyalahin sistem pendidikan di Indonesia kita ga bisa sepenuhnya nyalahin, para menteri juga udah kerja keras nentuin sistem itu. Nyalahin guru? Guru udah ngasih ilmu yang mereka punya. Terus dimana letak kesalahan para murid-murid yang menyepelekan Ujian Akhir Nasional?

Apa mereka kurang giat belajar? Atau terlalu asik bermain dengan fasilitas baru mereka? Jadi siapa yang harus disalahkan? Sistem pendidikan? Pengajara? Atau para peserta Ujian itu sendiri?

[...]

Seleksi Masuk Universitas Padjajaran

Posted by Damar Iradat Wednesday, 5 May 2010 0 komentar



Jatinangor, 5 Mei 2010

Pagi yang hiruk pikuk menyambut gue, Dira, Ijul dan Uswa. Riweuh karena semalem tidur larut gara-gara suatu hal yang harus kita selesaikan. Tiba-tiba kita semua inget setelah kemarin hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 yang seharusnya pengumuman SMUP diundur jadi hari ini.

Dira nyoba cek Ubertwitter pengen tau siapa aja yang keterima lewat jalur SMUP. Gue akhirnya inget-inget setahun kebelakang waktu gue juga lagi hot-hot nya nyoba masuk Unpad lewat jalur SMUP, waktu itu tanggal 25 Juni 2009 jam setengah 12 malem gue di sms Isti nanya nomor peserta gue, gue sendiri ga berani ngecek, tapi setelah itu Isti yang lihat hasil pengumuman gue, dia sms isinya kalo ga salah gini "Mar lo keterima! Ciee anak UNPAD" masih setengah ga percaya kalo gue keterima, dan akhirnya gue nyoba cek sendiri itu pengumuman, dan bener gue keterima langsung aja gue teriak, sujud syukur, bangunin orang rumah. Euforia yang bener-bener ga bisa digambarin waktu itu.

Dan setelah tadi pagi gue liat twitter orang-orang yang katanya ade kelas gue banyak juga yang keterima lewat SMUP gue jadi ketawa sendiri kalo inget tahun lalu.

Ya selamat buat temen-temen yang udah keterima lewat jalur SMUP, yang ga keterima jangan nyerah, SMUP bukan satu-satunya tes buat masuk Unpad.

[...]

Jatinangor

Posted by Damar Iradat Tuesday, 4 May 2010 0 komentar




Yes, tempat gue menimba ilmu, tempat gue berbagi pengalaman, tempat gue mengejar cita-cita, dan yang pasti tempat gue belajar banyak hal untuk menjadi pribadi gue yang lebih baik. Nama daerahnya Jatinangor, dan gue persempit lagi tempat dimana gue belajar menjadi "orang" daerah jemabatan Cincin, simbol Jatinangor.


Terletak di dalam kampus Unpad Jatinangor, jembatan yang tadinya dikhususkan untuk rel kereta api. Di daerah ini lah gue tinggal, di pondok Miskah, tempat yang ramah, nyaman, dan emang agak sedikit menakutkan kalau malam hari. Hehe

Jadi yang bilang Jatinangor itu desa, iya, emang ini sebuah desa, tapi disini yang akan menjadikan gue sebagai "orang" yang penting dalam hidup gue.



[...]

Parade Foto Hitam Putih

Posted by Damar Iradat Monday, 26 April 2010 0 komentar

Tertawa Kala Tua
Time Hero
Ingin Sekali Membaca Kitab Ini
Dibelakangku
[...]

Alangkah Indahnya Negri Ini

Posted by Damar Iradat Wednesday, 21 April 2010 0 komentar

Gue mulai nulis lagi. Setelah kemarin malem gue nonton film buatan Deddy Mizwar yang judulnya "Alangkah Lucunya (negri ini)" gue jadi tergelitik buat nulis ini. Ya, negri ini memang lucu kalo kita pikir-pikir terlalu banyak kasus yang masih tersimpan, masih banyak anak-anak penerus bangsa ini yang masih terlantar. Kalo dalam film bang Deddy Mizwar disana terlihat jelas bagaimana kehidupan masyarakat miskin Indonesia. Lucunya negri ini, disamping gedung-gedung bertingkat yang menjulang ada sebuah kampung yang didiami oleh masyarakat pinggiran.

Kalau kita benar-benar memperhatikan film itu terlihat jelas bagaimana kerasnya hidup di negri kita yang tercinta ini, bayangin aja anak-anak jalanan lebih milih jadi pencopet ketimbang pendidikan di sekolah.

Di negri ini masih banyak sekali korban-korban koruptor, bagaimana tidak, seorang nenek yang mengambil 3 biji kakao dipenjara selama 1,5 tahun sedangkan para koruptor, mereka mencuri duit rakyat, membikin rakyat menderita, dan mereka? Mereka hidup dengan bebas! Keadilan macam apa yang ada di negri ini? Apa mereka yang mempunyai uang yang berkuasa? Apa para koruptor dapat dengan mudahnya mengatur kasus-kasus dan menyuap para petinggi-petinggi jaksa?

Dalam film itu gue terkesan waktu para pencopet itu sedang menaikan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pada bait terakhir ketika mereka menyanyikan "Hiduplah Indonesia Raya!" Tiba-tiba seorang anak pencopet tiba-tiba berteriak "Amin!" gue bener-bener terkesan di bagian itu, para pencopet itu menginginkan Indonesia yang lebih baik.

Buat para oknum-oknum koruptor, sadarkah wahai kalian berapa banyak rakyat miskin yang kalian terlantarkan? Berapa banyak kesempatan untuk anak-anak jalanan mendapat pendidikan yang layak tapi kalian pakai uang tersebut? Berapa banyak lagi korban "kejahatan" yang kalian siksa? Berapa banyak lagi uang yang akan kalian berikan untuk anak dan istri kalian, padahal itu uang haram?

Di ending film terserbut, Pemuda yang membuat para anak jalanan itu menjadi ke jalan yang lebih baik akhirnya ditangkap. Dalam kehidupan nyata, mereka yang menjunjung kebenaran mereka yang kalah, mereka yang benar adalah mereka yang salah!

Mudah-mudahan dengan tulisan gue ini kita dapet belajar, semoga kita nanti yang menjadi penerus-penerus bangsa ini bisa memperbaiki kehidupan bangsa ini, memperbaiki moral bangsa ini yang jatuh, dan memperbaiki kualitas bangsa Indonesia! MERDEKA!
[...]

INTERNET

Posted by Damar Iradat Wednesday, 14 April 2010 0 komentar

Internet alias dunia maya sekarang lagi gencar-gencarnya di Indonesia, gimana ga tiap hari pasti ada orang yang make media internet ini. Dari anak kecil sampe orang tua sekalipun, dari penggunaan jejaring sosial kayak Facebook, Twitter, Friendster dan macem-macemnya. Gue bukan mau ngebahasa soal pengetian internet, tapi cara pemakaian internet. Sekarang kan lagi rame-ramenya nih kasus-kasus yang terjadi gara-gara internet nih itu dia masalah yang pengen gue tulis di blog gue ini. Dari kasus mbak Prita yang digugat sama sebuah rumah sakit, terus mbak Luna Maya yang punya masalah sama wartawan-wartawan itu. Sebenernya ga apa-apa kita ngeluarin unek-unek kita, tapi inget jejaring sosial macem Facebook dan temen-temennya kan bisa diliat orang banyak. Jangan asal tulis status makanya, apalagi anak ABG yang lagi labil setiap kejadian dia tulis, mau yang enak, mau yang ga enak pasti dia tulis. Kalo statusnya enak, adem ayem kita juga ngeliatnya kan enak, nah kalo yang menghujat antar temen sendiri, terus ada lagi yang menghina orang tuanya sendiri, ini yang lebih parah masa orang tua dihina-hina? sama anaknya sendiri lagi. Kebanyakan emang orang tua jaman sekarang emang gaptek, ga ngerti gadget-gadget gini jadi mereka ga bakal tau apa yang kita tulis. Bayangin deh kalo kita yang dihujat gitu sama temen kita sendiri, terus bayangin kalo orang tua kita liat apa yang kita tulis di status-status itu pas kita lagi ngehina orang tua kita? Sedih? Pasti! Kecewa juga pastinya, makanya buat temen-temen yang make jejaring sosial gue cuma pesen satu, jangan berlebihan nulis status. Karena Status mu harimau mu! :D
[...]

Kisah David dan Telefon Umum

Posted by Damar Iradat Sunday, 11 April 2010 0 komentar

Cerita ini awalnya gue baca dari email yang dikirim bokap gue, gue bacanya terharu, jadi mikir kalo gue selama ini salah cuma bisa minta duit doang ke orang tua, dan gue pengen kayak si David yang bakalan lo baca dibawah ini. Nikmati cerpen dibawah ini ya! Enjoy.


David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya,
terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya.
Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi.
Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut
keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya,
yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.

“Halo, apa kabar?” telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km
jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: “Mama, saya tidak
punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.” Ibu David berkata:
“Anakku tersayang, mama tahu.” “Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim
uang?” David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan
tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung
sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak
beres, ia cepat-cepat bertanya, “Mama, apa yang telah terjadi di rumah?” Ibu
David berkata, “Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini,
tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah
kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah
terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi,
Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah
dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri.” Ibu David berbicara sampai
disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata
David juga “tes”, “tes” tak hentinya menetes, dan ia berpikir Kelihatannya
saya harus drop out dan pulang kampung.” David berkata kepada ibunya, “Mama,
jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan
menghidupi kalian.” Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga
pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai,
jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu
bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan
untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya,
mau tak mau harus drop out. Pada detik ketika David mengatakan “Sampai
jumpa” kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa
menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga
menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut.

Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan
bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping
dollar menggerojok keluar dari alat itu. David berjingkrak kegirangan,
segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap
uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi,
diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama: karena tidak ada yang tahu,
ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan. Namun setelah bolak-
balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui
sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu
keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum
perusahaan telepon. Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum
berkata, “Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera
dikembalikan (ke dalam mesin telepon).” Setelah menutup telepon, David
hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali
uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali.
Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, “Saya
juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk
atasan.” Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong
memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat
dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan
seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu. Tak lama kemudian,
nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang
bermasalah itu. Dia berkata kepada David, “Saya telah memperoleh ijin dari
atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat
ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus
mengirim petugas ke sana.” “Hore!”, David meloncat saking gembiranya.
Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan
badannya dan dengan seksama nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen.
Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah
pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David
tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan
menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.

Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai
pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss
perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon
umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket
memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan
saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena
boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama
adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David
bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa
kasihan. Si boss memberinya upah dobel. Sesudah menerima gaji, David
mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David
sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu
semester berikutnya.

Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam
suratnya: “Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan
pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan
sampai kelaparan.” Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David
tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada
David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David
berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya. Setahun
kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David
membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $
100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum.

Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: “Hal yang tak bisa saya
lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah
membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya
batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga
telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak
melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang
balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih
saya.” Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang
dipenuhi antusiasme: “Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang
telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut
kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan
$10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah
tentang prinsip tertinggi kehidupan.” Pelajaran apa yang bisa kita petik
dari kisah di atas? Walau di saat- saat paling sulit, Pertama : Jangan
melupakan harapan selalu ada. Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.

Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago,
Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah
bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan
ADDC, Presiden Direktur nya ialah David, selain itu juga David adalah salah
satu penyumbang terbesar untuk badan amal.



Sumber : Lambok A. Sitorus
[...]

Format Blog Baru!

Posted by Damar Iradat 0 komentar

Setelah vakum berapa lama ga nyoret-nyoret di blog ini, akhirnya gue mutusin untuk nulis lagi! Yes akhirnya, tapi dalem blog gue yang baru ini gue nyoba buat nulis sebuah jurnal atau catatan dari pemikiran gue tentang kehidupan sosial tapi tetep pake gaya bahasa gue. Hehe. Jadi bukan kehidupan gue yang muncul dalam blog gue yang sekarang tapi kehidupan sosial kita. Semoga kalian semua senang dan mendukung gue terus. Amiiiiiin!
[...]

Miris

Posted by Damar Iradat Thursday, 18 February 2010 0 komentar

Pemerintah dapet mobil baru, hampir semua anak remaja sekarang udah megang BB, midnight sale, mobil-mobil membeludak di tengah-tengah jalan raya kota-kota besar di Indonesia. Sadarkah kita berapa uang yang kita buang-buang setiap hari cuman buat hura-hura? Coba bandingkan dengan orang-orang yang sama sekali ga punya tempat tinggal, orang-orang yang mau makan aja harus ngemis. Jangankan buat beli mobil mewah, BB, apartemen, buat ngelanjutin hidup mereka aja, mereka harus berjuang mati-matian. Sadar ga sih kita sebagai generasi penerus bangsa cuma bisa hura-hura, di rumah cuma bisa merengek-rengek minta hape baru, minta ini itu. Nyari duit itu susah, setidaknya hargai orang tua kita yang udah kerja keras. Bokap yang kita berangkat sekolah atau kuliah dia udah pergi kerja dari abis subuh dan sampe rumah lagi waktu kita tidur, kita ngabisin duitnya cuman perlu waktu ga lebih dari sejam.

Kalo kita bayangin lebih jauh mungkin kita semua baru bisa ngerti gimana kerasnya hidup. Untuk dapet Rp 10.000 aja orang-orang disekitar kita butuh waktu yang lama. Apalagi untuk ngebiayain sekeluarga? Kenapa sih kita ga mikir sedikit aja kita hidup sederhana? Hidup itu kayak roda, oke suatu saat kita di atas dan nanti kita juga akan ngerasain gimana rasanya hidup jadi orang bawah, jadi orang ga mampu. Sadar ga sih kalo kita itu mahluk Tuhan, dimata Tuhan itu derajat kita sama semua, yang bedain cuma amalan bukan kekuasaan ataupun kekayaan semata. Mungkin gue juga sebagai pribadi yang ga sempurna harus lebih istropeksi diri, setidaknya ini ingetin gue akan hidup yang ga selamanya senang. Coba bayangin kalo misalnya kita yang ada di posisi kurang beruntung? Tidur di pinggiran jalan, makan dari makanan bekas orang lain, rumah ga punya, baju yang itu-itu aja.

Tulisan ini cuma untuk referensi aja, maaf-maaf aja ya kalo ada kata-kata yang ga enak tapi ini yang gue liat dari keadaan negara kita yang tercinta ini. Mudah-mudahan Indonesia bisa lebih maju! Hehe..

[...]

Merenung kembali :')

Posted by Damar Iradat Friday, 11 December 2009 1 komentar

Malam ini gue nangis, iya nangis ga bisa boongin diri sendiri dan gue ga peduli karena menangis bukan berarti cengeng, menangis itu bagian dari emosi manusia. Mau tau kenapa gue nangis? Mungkin lo semua udah pernah baca tulisan tulisan dibawah ini :

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak
yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si
anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: "Telah Dibayar" .

gimana??? apakah kalian masih sayang sama ibu kalian??? ibu bunda ato mamah kalian adalah sosok yang paling sabar dan yang paling sayang sama kita.


dan ini satu lagi :

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap
hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja
dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan
apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di
sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anakyang
manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalahMama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak
dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di
ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan
untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang
dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras danPapa
memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan
teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia
tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa
belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin padaPapa
untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelakiyang
di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam
segala hal..

Maaf sebelumnya kalo gue copas, tapi karena emang 2 tulisan diatas touching banget sampe gue nitikin air mata dan kangen sama bokap nyokap gue mungkin itu bisa jadi pelajaran buat kita semua yang bisanya ngerengek, minta ini itu, egois sama diri sendiri ga mikirin gimana capeknya ayah kita nyari duit buat ngebiyain hidup kita, gimana capeknya seorang ibu yang dari awal kita semua udah ada di perut ibu kita, sakitnya dia pas ngelahirin kita, bayangin apa yang kita bisa bales, ngeliat mereka senyum aja kita udah bangga, tapi inget kita ga bisa bales apa yang mereka udah lakuin ke kita, tapi orang tua pasti bangga liat anaknya udah sukses mereka ga pernah nuntut macem-macem ke kita, mereka cuma ingin kita sukses dan bahagia. Kita ga pernah tau apa yang mereka mau, mereka selalu ngedoain kita dari jauh, mereka ga mau kita kenapa-kenapa.

Gue inget waktu dulu gue sering ngelawan orang tua gue, gue sering ga nurut tapi sekarang waktu gue udah jauh kepisah sama jarak gue sadar ga ada orang tua yang ga sayang sama anaknya, setiap gue balik dari sini gue liat muka kedua orang tua gue dan nyokap gue bilang dia kangen sama gue, gue malah main ke rumah temen gue dan ga ngobrol banyak sama mereka, padahal gue tau mereka pengen banget ngabisin malem hari bareng gue.

Setiap bokap gue balik kerja dan baliknya malem padahal bokap gue udah tua dan harusnya dia udah harus pensiun tapi dia masih nyari duit buat gue, buat biayain gue jadi orang sukses, mereka cuman pengen gue sukses, pengen liat gue bahagia nantinya, mereka ga pernah nuntut balik ke gue. Gue sadar sekarang gimana susahnya cari duit bokap gue yang cari tapi gue yang mengkonsumsi duit itu, mereka ikhlas biayain gue sampe gue kuliah di fakultas yang gue pengen, mereka ikhlas ngelepas gue pergi jauh dari mereka, mereka percaya gue disini buat belajar buat gue sendiri.

Gue harus bisa ngebikin orang tua gue bangga!
Gue ga pengen cuman ngabisin duit orang tua gue tanpa hasil!

Mereka udah ngerawat gue sampe sebesar ini, sampe gue jadi mahasiswa universitas padjajaran, gue inget banget waktu gue dapet kuliah yang emang gue pengen gimana kerasnya usaha bokap gue buat ngebiyayain uang masuk kesini, emang perjuangan orang tua ga akan ada habisnya kalo ditulis kayak gini.

Jangan pernah lo ngelawan orang tua, karena Ridho orang tua itu Ridho Allah. Gue bukan penasihat yang baik tapi gue cuman pengen nyampein di blog gue ini supaya kita inget gimana perjuangan orang tua kita ngasuh kita dari jabang bayi sampe segede gini.

Love your parents!

nb : link yang gue copas

[...]

parade foto

Posted by Damar Iradat Friday, 4 December 2009 0 komentar








all pictues above was taken by me, belajar jadi photohgrapher :D

[...]

Merenung sebentar cing! hehe..

Posted by Damar Iradat Tuesday, 1 December 2009 0 komentar

Sebelumnya tumben-tumbenan nih gue nulis tentang kehidupan sosial dan bermasyarakat (caelah bahasanya kayak om-om!) hehe. Tapi kali ini hati gue terketuk (hati gue ga mau kalah sama pintu) buat nulis tentang kehidupan, ya kehidupan jaman sekarang, kehidupan anak ABG alias anak baru gede, alias anak-anak yang masih mencari jati diri mereka mau dibawa kemana. Waktu itu gue lagi iseng-iseng buka sebuah web yang katanya the largest indonesian community, gue sempet baca thread dari orang dia ngebahas waktu dia mau beli HP, dia ditawarin BB alias HP yang sekarang dipake oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini, mungkin. Si penulis itu ga niat beli BB terus dia pergi dari toko tersebut ke toko sebelahnya (sok tau) nah ga lama kemudian di toko yg tadi dia datengin ada 3 orang cewek masih siswa SMA, salah satu dari mereka pengen beli BB mungkin karena temen-temen sekolahnya udah pada make BB kali ya. Hmm.. Then si penulis denger perbincangan si 3 cewek tersebut sama si pedagang HP, katanya kalo make BB jadi GAUL, mungkin kata-kata gaul dalam pikiran anak jaman sekarangharus update, harus punya barang ini, harus punya barang itu. Si cewek yang mau beli ini ceritanya ga megang duit, terus 2 temennya bilang gini (kalo ga salah ya) "yaudah lo pake duit gue aja dulu, atau ga nanti gue ambil duit bokap nyokap gue dulu deh" Miris emang gue liatnya, miris banget. Mungkin temen-temen si cewek solider, tapi inget solider ga mesti dengan cara gitu.

Nah second case, baru aja gue liat situs jejaring yang artinya "muka buku" punya mantannya temen gue, nah lagi iseng-iseng gue liat foto yang di tag dari temennya mungkin, ini fotonya

apa ini namanya anak SMA? Emang sih agak miris kalo denger cerita temen-temen gue yang katanya udah pernah yang kayak diatas, ga munafik juga kalo emang gue doyan berfantasi tapi gue masih inget, gue punya agama, punya kaka cewek, punya adek cewek. Apa mereka ga tau akibat dari itu? Apa cuman sebatas kesenangan semata? Mau dianggap gaul? Apa karena mengikuti jaman yang udah berkembang? Tapi moral mundur 1000 langkah kebelakang?

That what you have to find, the answer. The answer that all of you have to know.

Mungkin gue cukup nulisnya, emang masa SMA masa yang paling ga bisa dilupain, masa-masa yang kata orang paling indah, tapi inget indah bukan berarti harus dilakuin dengan tindakan-tindakan diluar akal pikiran.

[...]

Hidup Kita Adalah Film Terbaik (diambil dari notes facebook gue)

Posted by Damar Iradat Sunday, 18 October 2009 0 komentar

Ya kata rocket rockers di lagunya yg judulnya ' Hidup kita adalah film terbaik' kalo menurut gw betul, semua yg kita alami dalam hidup itu bener bener film yg terbaik sepanjang masa ya dengan skenario dari Tuhan dan Tuhan juga yg memproduseri film kita ini.

Dimulai dengan awal film yg menceritakan kita tentang bagaimana kita lahir ke dunia yg fana ini terus disusuin sama ibu kita dan akhirnya belajar ngerangkak, belajar jalan, belajar ngomong dan lain lain itu mengisi scene pertama dari hidup kita semua, terus berlanjut ke scene kedua yg udah digariskan Tuhan saat kita beranjak menjadi anak kecil yg super bandel scene ini cukup lama, ya dari kita TK sampe lulus SD kita memainkan scene ini men, dari belajar 1 + 1 = 2 sampe ujung ujungnya kita lulus dari SD dan meloncat ke scene selanjutnya.

Masa masa pubertas masa yg bisa dibilang masa coba coba kita, dari yg ga kenal lain jenis sampe akhirnya jadian sama cewek atau cowok yg kita suka dan akhirnya kita menemukan teman teman sepermainan yg lebih mengenal kita dan kita mencoba sesuatu yg baru lalu kita lalui lagi scene selanjutnya dimana masa masa SMA atau remaja yg mulai mengenal pendewasaan disini mungkin awal klimaks dari hidup kita, scene yg akan menentukan apa yg akan terjadi pada kita 20 tahun kedepan, ya disini lah mungkin scene terindah dan tersedih dalam hidup kita, scene dimana kita merasakan pedih, senang, gembira, tertawa, haru bersama teman teman kita dan mungkin pacar. di scene ini pulalah kita belajar banyak, namun kita masih terkesan anak ingusan.

Lanjut ke scene kuliah, di scene ini kita melanjutkan apa yg terjadi di scene sebelumnya membangun mimpi mimpi kecil kita yg dulu kita pernah inginkan dan harus kita wujudkan, dan di scene ini mungkin kita akan belajar dan mengenal lebih banyak tentang kehidupan.

Scene dimana kita memulai hidup berumah tangga dengan seorang pasangan hidup kita yg kita idam idamkan, kita mempunyai anak dan mempunyai cucu, membangun keluarga dan menunggu akhir film yg telah dibuat oleh sang Tuhan, kematian ya disini lah akhir film kita yg selama ini kita mainkan. walaupun tidak semua orang akan mengalami scene scene di atas karena sang Pencipta lah yg memegang peranan penting di atas, Dia yg membikin skenario Dia yg memproduseri hidup kita ini untuk menyembah Dia.

ya, jangan sia siakan lah film yg telah sang Tuhan bikin untuk kita, mainkan scene scene di atas dengan kesabaran dan keikhlasan, hancurkan masalah masalah yg ada di depan kita, karena sang Produser (Tuhan) pasti memiliki skenario yg lebih indah nanti.
[...]

Yang punya blog

Posted by Damar Iradat Thursday, 15 October 2009 0 komentar

Oke setelah berkali-kali saya mengotak ngatik yang namanya blogspot dari jaman dulu belom tau apa-apa sampe sekarang yang gue pun belum tau apa-apa tentang blog! Emang dasarnya aja saya yang goblok kali yah? Hmm..

Perkenalan nya saya persingkat aja yah, nama di akte kelahiran itu "DAMAR IRADAT" dan alhamdulillah sampe sekarang nama saya belom berganti. Udah cukup sekian dan terima kasih nampaknya saya tidak ingin berbasa-basi untuk profil saya. Nikmati blog (baru) saya yah, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Amin!

ini muka yang punya blog (damar)




[...]