Internet alias dunia maya sekarang lagi gencar-gencarnya di Indonesia, gimana ga tiap hari pasti ada orang yang make media internet ini. Dari anak kecil sampe orang tua sekalipun, dari penggunaan jejaring sosial kayak Facebook, Twitter, Friendster dan macem-macemnya. Gue bukan mau ngebahasa soal pengetian internet, tapi cara pemakaian internet. Sekarang kan lagi rame-ramenya nih kasus-kasus yang terjadi gara-gara internet nih itu dia masalah yang pengen gue tulis di blog gue ini. Dari kasus mbak Prita yang digugat sama sebuah rumah sakit, terus mbak Luna Maya yang punya masalah sama wartawan-wartawan itu. Sebenernya ga apa-apa kita ngeluarin unek-unek kita, tapi inget jejaring sosial macem Facebook dan temen-temennya kan bisa diliat orang banyak. Jangan asal tulis status makanya, apalagi anak ABG yang lagi labil setiap kejadian dia tulis, mau yang enak, mau yang ga enak pasti dia tulis. Kalo statusnya enak, adem ayem kita juga ngeliatnya kan enak, nah kalo yang menghujat antar temen sendiri, terus ada lagi yang menghina orang tuanya sendiri, ini yang lebih parah masa orang tua dihina-hina? sama anaknya sendiri lagi. Kebanyakan emang orang tua jaman sekarang emang gaptek, ga ngerti gadget-gadget gini jadi mereka ga bakal tau apa yang kita tulis. Bayangin deh kalo kita yang dihujat gitu sama temen kita sendiri, terus bayangin kalo orang tua kita liat apa yang kita tulis di status-status itu pas kita lagi ngehina orang tua kita? Sedih? Pasti! Kecewa juga pastinya, makanya buat temen-temen yang make jejaring sosial gue cuma pesen satu, jangan berlebihan nulis status. Karena Status mu harimau mu! :D
[...]
Cerita ini awalnya gue baca dari email yang dikirim bokap gue, gue bacanya terharu, jadi mikir kalo gue selama ini salah cuma bisa minta duit doang ke orang tua, dan gue pengen kayak si David yang bakalan lo baca dibawah ini. Nikmati cerpen dibawah ini ya! Enjoy.
terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya.
Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi.
Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut
keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya,
yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.
“Halo, apa kabar?” telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km
jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: “Mama, saya tidak
punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.” Ibu David berkata:
“Anakku tersayang, mama tahu.” “Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim
uang?” David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan
tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung
sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak
beres, ia cepat-cepat bertanya, “Mama, apa yang telah terjadi di rumah?” Ibu
David berkata, “Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini,
tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah
kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah
terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi,
Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah
dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri.” Ibu David berbicara sampai
disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata
David juga “tes”, “tes” tak hentinya menetes, dan ia berpikir Kelihatannya
saya harus drop out dan pulang kampung.” David berkata kepada ibunya, “Mama,
jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan
menghidupi kalian.” Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga
pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai,
jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu
bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan
untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya,
mau tak mau harus drop out. Pada detik ketika David mengatakan “Sampai
jumpa” kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa
menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga
menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut.
Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan
bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping
dollar menggerojok keluar dari alat itu. David berjingkrak kegirangan,
segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap
uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi,
diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama: karena tidak ada yang tahu,
ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan. Namun setelah bolak-
balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui
sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu
keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum
perusahaan telepon. Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum
berkata, “Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera
dikembalikan (ke dalam mesin telepon).” Setelah menutup telepon, David
hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali
uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali.
Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, “Saya
juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk
atasan.” Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong
memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat
dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan
seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu. Tak lama kemudian,
nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang
bermasalah itu. Dia berkata kepada David, “Saya telah memperoleh ijin dari
atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat
ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus
mengirim petugas ke sana.” “Hore!”, David meloncat saking gembiranya.
Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan
badannya dan dengan seksama nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen.
Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah
pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David
tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan
menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.
Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai
pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss
perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon
umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket
memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan
saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena
boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama
adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David
bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa
kasihan. Si boss memberinya upah dobel. Sesudah menerima gaji, David
mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David
sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu
semester berikutnya.
Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam
suratnya: “Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan
pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan
sampai kelaparan.” Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David
tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada
David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David
berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya. Setahun
kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David
membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $
100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum.
Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: “Hal yang tak bisa saya
lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah
membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya
batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga
telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak
melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang
balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih
saya.” Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang
dipenuhi antusiasme: “Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang
telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut
kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan
$10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah
tentang prinsip tertinggi kehidupan.” Pelajaran apa yang bisa kita petik
dari kisah di atas? Walau di saat- saat paling sulit, Pertama : Jangan
melupakan harapan selalu ada. Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.
Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago,
Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah
bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan
ADDC, Presiden Direktur nya ialah David, selain itu juga David adalah salah
satu penyumbang terbesar untuk badan amal.
Sumber : Lambok A. Sitorus
Setelah vakum berapa lama ga nyoret-nyoret di blog ini, akhirnya gue mutusin untuk nulis lagi! Yes akhirnya, tapi dalem blog gue yang baru ini gue nyoba buat nulis sebuah jurnal atau catatan dari pemikiran gue tentang kehidupan sosial tapi tetep pake gaya bahasa gue. Hehe. Jadi bukan kehidupan gue yang muncul dalam blog gue yang sekarang tapi kehidupan sosial kita. Semoga kalian semua senang dan mendukung gue terus. Amiiiiiin!
[...]
Pemerintah dapet mobil baru, hampir semua anak remaja sekarang udah megang BB, midnight sale, mobil-mobil membeludak di tengah-tengah jalan raya kota-kota besar di Indonesia. Sadarkah kita berapa uang yang kita buang-buang setiap hari cuman buat hura-hura? Coba bandingkan dengan orang-orang yang sama sekali ga punya tempat tinggal, orang-orang yang mau makan aja harus ngemis. Jangankan buat beli mobil mewah, BB, apartemen, buat ngelanjutin hidup mereka aja, mereka harus berjuang mati-matian. Sadar ga sih kita sebagai generasi penerus bangsa cuma bisa hura-hura, di rumah cuma bisa merengek-rengek minta hape baru, minta ini itu. Nyari duit itu susah, setidaknya hargai orang tua kita yang udah kerja keras. Bokap yang kita berangkat sekolah atau kuliah dia udah pergi kerja dari abis subuh dan sampe rumah lagi waktu kita tidur, kita ngabisin duitnya cuman perlu waktu ga lebih dari sejam.
[...]
Kalo kita bayangin lebih jauh mungkin kita semua baru bisa ngerti gimana kerasnya hidup. Untuk dapet Rp 10.000 aja orang-orang disekitar kita butuh waktu yang lama. Apalagi untuk ngebiayain sekeluarga? Kenapa sih kita ga mikir sedikit aja kita hidup sederhana? Hidup itu kayak roda, oke suatu saat kita di atas dan nanti kita juga akan ngerasain gimana rasanya hidup jadi orang bawah, jadi orang ga mampu. Sadar ga sih kalo kita itu mahluk Tuhan, dimata Tuhan itu derajat kita sama semua, yang bedain cuma amalan bukan kekuasaan ataupun kekayaan semata. Mungkin gue juga sebagai pribadi yang ga sempurna harus lebih istropeksi diri, setidaknya ini ingetin gue akan hidup yang ga selamanya senang. Coba bayangin kalo misalnya kita yang ada di posisi kurang beruntung? Tidur di pinggiran jalan, makan dari makanan bekas orang lain, rumah ga punya, baju yang itu-itu aja.
Tulisan ini cuma untuk referensi aja, maaf-maaf aja ya kalo ada kata-kata yang ga enak tapi ini yang gue liat dari keadaan negara kita yang tercinta ini. Mudah-mudahan Indonesia bisa lebih maju! Hehe..
Malam ini gue nangis, iya nangis ga bisa boongin diri sendiri dan gue ga peduli karena menangis bukan berarti cengeng, menangis itu bagian dari emosi manusia. Mau tau kenapa gue nangis? Mungkin lo semua udah pernah baca tulisan tulisan dibawah ini :
Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak
yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.
1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si
anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: "Telah Dibayar" .
gimana??? apakah kalian masih sayang sama ibu kalian??? ibu bunda ato mamah kalian adalah sosok yang paling sabar dan yang paling sayang sama kita.
[...]
Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak
yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.
1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si
anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: "Telah Dibayar" .
gimana??? apakah kalian masih sayang sama ibu kalian??? ibu bunda ato mamah kalian adalah sosok yang paling sabar dan yang paling sayang sama kita.
dan ini satu lagi :
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap
hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja
dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan
apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di
sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anakyang
manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalahMama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak
dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di
ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan
untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang
dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras danPapa
memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan
teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia
tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa
belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin padaPapa
untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelakiyang
di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam
segala hal..
diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap
hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja
dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan
apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di
sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anakyang
manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalahMama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak
dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di
ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan
untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang
dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras danPapa
memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan
teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia
tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa
belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin padaPapa
untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelakiyang
di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam
segala hal..
Maaf sebelumnya kalo gue copas, tapi karena emang 2 tulisan diatas touching banget sampe gue nitikin air mata dan kangen sama bokap nyokap gue mungkin itu bisa jadi pelajaran buat kita semua yang bisanya ngerengek, minta ini itu, egois sama diri sendiri ga mikirin gimana capeknya ayah kita nyari duit buat ngebiyain hidup kita, gimana capeknya seorang ibu yang dari awal kita semua udah ada di perut ibu kita, sakitnya dia pas ngelahirin kita, bayangin apa yang kita bisa bales, ngeliat mereka senyum aja kita udah bangga, tapi inget kita ga bisa bales apa yang mereka udah lakuin ke kita, tapi orang tua pasti bangga liat anaknya udah sukses mereka ga pernah nuntut macem-macem ke kita, mereka cuma ingin kita sukses dan bahagia. Kita ga pernah tau apa yang mereka mau, mereka selalu ngedoain kita dari jauh, mereka ga mau kita kenapa-kenapa.
Gue inget waktu dulu gue sering ngelawan orang tua gue, gue sering ga nurut tapi sekarang waktu gue udah jauh kepisah sama jarak gue sadar ga ada orang tua yang ga sayang sama anaknya, setiap gue balik dari sini gue liat muka kedua orang tua gue dan nyokap gue bilang dia kangen sama gue, gue malah main ke rumah temen gue dan ga ngobrol banyak sama mereka, padahal gue tau mereka pengen banget ngabisin malem hari bareng gue.
Setiap bokap gue balik kerja dan baliknya malem padahal bokap gue udah tua dan harusnya dia udah harus pensiun tapi dia masih nyari duit buat gue, buat biayain gue jadi orang sukses, mereka cuman pengen gue sukses, pengen liat gue bahagia nantinya, mereka ga pernah nuntut balik ke gue. Gue sadar sekarang gimana susahnya cari duit bokap gue yang cari tapi gue yang mengkonsumsi duit itu, mereka ikhlas biayain gue sampe gue kuliah di fakultas yang gue pengen, mereka ikhlas ngelepas gue pergi jauh dari mereka, mereka percaya gue disini buat belajar buat gue sendiri.
Gue harus bisa ngebikin orang tua gue bangga!
Gue ga pengen cuman ngabisin duit orang tua gue tanpa hasil!
Mereka udah ngerawat gue sampe sebesar ini, sampe gue jadi mahasiswa universitas padjajaran, gue inget banget waktu gue dapet kuliah yang emang gue pengen gimana kerasnya usaha bokap gue buat ngebiyayain uang masuk kesini, emang perjuangan orang tua ga akan ada habisnya kalo ditulis kayak gini.
Jangan pernah lo ngelawan orang tua, karena Ridho orang tua itu Ridho Allah. Gue bukan penasihat yang baik tapi gue cuman pengen nyampein di blog gue ini supaya kita inget gimana perjuangan orang tua kita ngasuh kita dari jabang bayi sampe segede gini.
Love your parents!
nb : link yang gue copas
Sebelumnya tumben-tumbenan nih gue nulis tentang kehidupan sosial dan bermasyarakat (caelah bahasanya kayak om-om!) hehe. Tapi kali ini hati gue terketuk (hati gue ga mau kalah sama pintu) buat nulis tentang kehidupan, ya kehidupan jaman sekarang, kehidupan anak ABG alias anak baru gede, alias anak-anak yang masih mencari jati diri mereka mau dibawa kemana. Waktu itu gue lagi iseng-iseng buka sebuah web yang katanya the largest indonesian community, gue sempet baca thread dari orang dia ngebahas waktu dia mau beli HP, dia ditawarin BB alias HP yang sekarang dipake oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini, mungkin. Si penulis itu ga niat beli BB terus dia pergi dari toko tersebut ke toko sebelahnya (sok tau) nah ga lama kemudian di toko yg tadi dia datengin ada 3 orang cewek masih siswa SMA, salah satu dari mereka pengen beli BB mungkin karena temen-temen sekolahnya udah pada make BB kali ya. Hmm.. Then si penulis denger perbincangan si 3 cewek tersebut sama si pedagang HP, katanya kalo make BB jadi GAUL, mungkin kata-kata gaul dalam pikiran anak jaman sekarangharus update, harus punya barang ini, harus punya barang itu. Si cewek yang mau beli ini ceritanya ga megang duit, terus 2 temennya bilang gini (kalo ga salah ya) "yaudah lo pake duit gue aja dulu, atau ga nanti gue ambil duit bokap nyokap gue dulu deh" Miris emang gue liatnya, miris banget. Mungkin temen-temen si cewek solider, tapi inget solider ga mesti dengan cara gitu.
apa ini namanya anak SMA? Emang sih agak miris kalo denger cerita temen-temen gue yang katanya udah pernah yang kayak diatas, ga munafik juga kalo emang gue doyan berfantasi tapi gue masih inget, gue punya agama, punya kaka cewek, punya adek cewek. Apa mereka ga tau akibat dari itu? Apa cuman sebatas kesenangan semata? Mau dianggap gaul? Apa karena mengikuti jaman yang udah berkembang? Tapi moral mundur 1000 langkah kebelakang?
[...]
Nah second case, baru aja gue liat situs jejaring yang artinya "muka buku" punya mantannya temen gue, nah lagi iseng-iseng gue liat foto yang di tag dari temennya mungkin, ini fotonya
apa ini namanya anak SMA? Emang sih agak miris kalo denger cerita temen-temen gue yang katanya udah pernah yang kayak diatas, ga munafik juga kalo emang gue doyan berfantasi tapi gue masih inget, gue punya agama, punya kaka cewek, punya adek cewek. Apa mereka ga tau akibat dari itu? Apa cuman sebatas kesenangan semata? Mau dianggap gaul? Apa karena mengikuti jaman yang udah berkembang? Tapi moral mundur 1000 langkah kebelakang? That what you have to find, the answer. The answer that all of you have to know.
Mungkin gue cukup nulisnya, emang masa SMA masa yang paling ga bisa dilupain, masa-masa yang kata orang paling indah, tapi inget indah bukan berarti harus dilakuin dengan tindakan-tindakan diluar akal pikiran.







